Sebanyak 87 Siswa dari kelas 4,5 dan 6 mengikuti kegiatan Perkemahan Jum’at dan Sabtu (PERJUSA) Tahun 2025 di lingkungan Sekolah SD Negeri Karang Jalak 2 Kota Cirebon, pada tanggal 22 – 23 Agustus 2025.
Ketua Pelaksana Perjusa sekaligus Pembina Pramuka, Kak Hasan, menjelaskan bahwasanya kegiatan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya, sebagai upaya melatih tingkat kedisiplanan dan kemandirian serta sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna kepada siswa.
“Selama Perjusa berlangsung, siswa mengikuti kegiatan dengan baik dan tertib mulai dari awal pengecekan peserta, upacara pembukaan, simulasi terhadap bencana alam, menjelajah (Cari Jejak), permainan per regu, hingga lomba PBB. Malam harinya, dilanjutkan dengan upacara api unggun serta penampilan kreativitas seni dan budaya,”.
Hasan menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti perjusa ini membuat siswa didorong untuk memahami dan menjalankan kode kehormatan Pramuka, yaitu Satya dan Dasa Darma Pramuka, yang menjadi dasar moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
“Pramuka itu sangat bermanfaat sekali dalam mengajarkan kemandirian, yaitu tidak bergantung pada orang lain, mempu mengatur diri sendiri dengan baik, percaya diri, serta menghargai waktu. selain itu juga kegiatan ini melatih tingkat kedisiplinan siswa, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab atas diri sendiri serta tugas yang diberikan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan kepramukaan juga menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter siswa agar mampu beradaptasi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan.
“Melalui aktivitas ini, mereka belajar membangun rasa kebersamaan dan mengembangkan kemampuan menghadapi berbagai situasi dengan bijak,” imbuhnya.
Kepala SDN Karang Jalak 2, Dewi Pujiati menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif siswa dan dukungan dari orang tua. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dipungut biaya apa pun, sehingga mendapat sambutan positif dari seluruh pihak.
“Antusiasme siswa sangat luar biasa, terutama karena mereka bisa belajar hal baru, menghadapi tantangan tanpa takut salah, serta menjalin hubungan baik dengan teman sebaya. Variasi kegiatan membuat mereka lebih ceria dan mampu mengembangkan potensi, minat, dan bakatnya,” kata Dewi Pujiati.

